- Sepatu dilepas
- Dilarang bawa makanan/minuman
- Dilarang makan/minum
- Dilarang buang sampah
- Jaga kebersihan dan kerapian ruangan
- Gmail dan password diingat
- Dilarang bermain program lain
- Selesai, di-shutdown
- Melanggar/membantah tata tertib, skor akan dikurang -10 tanpa peringatan (Nilai karakter/afektif)
- ...
Alat dan Bahan:
- Botol plastik ±1,5 liter atau lebih besar: Sebagai reaktor biogas.
- Pipa plastik kecil atau selang kecil: Sebagai saluran gas.
- Balon karet kecil: Sebagai penampung gas.
- Sealant atau lem silikon, sebaiknya lem-G: Untuk menutup sambungan pipa agar kedap udara.
- Bahan organik: Kotoran hewan, sisa makanan, atau kulit buah, serta humus (haluskan/cacah jika perlu).
- Air: Untuk mencampur bahan organik (1:1) volume.
- Karet gelang atau isolasi: Untuk mengencangkan balon pada pipa.
Langkah Percobaan:
1. Persiapan Botol
- Lubangi tutup botol dengan ukuran sesuai pipa kecil, selang kecil, atau sedotan.
- Masukkan pipa, selang, atau sedotan ke dalam lubang dan segel dengan sealant agar kedap udara.
- Pastikan ujung pipa yang lain atau lubang mulut botol dapat dihubungkan ke balon.
2. Persiapan Bahan Organik
- Campurkan bahan organik dengan air (perbandingan 1:1) hingga menjadi lumpur cair.
- Masukkan campuran ini ke dalam botol hingga sekitar 2/3 atau 75% penuh (sisakan ruang untuk gas).
3. Penutupan dan Pemasangan Balon
- Tutup botol dengan rapat.
- Sambungkan ujung pipa atau lubang mulut botol ke balon karet dan kencangkan dengan karet gelang atau isolasi.
4. Fermentasi
- Letakkan botol di tempat yang hangat (30-40°C).
- Tunggu selama 7-14 hari untuk proses fermentasi. Mikroorganisme akan menghasilkan gas metana dan karbon dioksida.
5. Pengamatan Harian Dokumentasikan
- Perhatikan balon; jika membesar, gas telah terbentuk.
- Jika ingin menguji gas, dari ujung jarum suntik alirkan ke api kecil, dan coba nyalakan.
Tips untuk Hasil Optimal:
- Bahan Organik: Gunakan bahan yang mudah terurai, seperti kotoran ternak atau sisa makanan yang telah dihancurkan. cari di internet bahan yang berkalori tinggi.
- Kedap Udara: Pastikan semua sambungan rapat untuk mencegah kebocoran gas.
- Pengadukan (Opsional): Jika memungkinkan, kocok perlahan botol setiap 1-2 hari untuk distribusi bakteri yang merata.
Keamanan:
- Gas Mudah Terbakar: Jauhkan percobaan dari api atau sumber panas berlebih.
- Tekanan Balon: Jangan biarkan balon terlalu penuh agar tidak pecah. Gas bisa dibuang sebagian dengan sekaligus pengujian terdokumentasi.




.png)
.png)

_page-0001.jpg)

